wrapper

Beaking News

RRI.co.id - Menindak lanjuti laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIPUTAN Bengkulu terkait keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di PT. Borneo Suktan Mining (BSM) yang bergerak dalam bidang tambang batu bara di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, dipastikan pihak Imigrasi Bengkulu tidak terbukti.


Mengingat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, baik dengan terjun langsung ke lokasi aktifitas pertambangan perusahaan tersebut, tidak ditemukan sama sekali keberadaan WNA.

Begitu juga saat menyambangi kantor PT. BSM yang berada di Jl. Kapuas Lingkar Barat Kota Bengkulu.

"Laporan itu sudah kita tindak-lanjuti dan sama sekali belum bisa dibuktikan. Jangankan keberadaan WNA sebagaimana yang dilaporkan LSM LIPUTAN, aktifitas penambangan saja tidak ada. Mengingat yang diketahui dari manajemen perusahaan, mereka memang sudah vakum sejak 4 tahun terakhir,” ungkap Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas 1 Bengkulu, Agus Ruhadi, di Bengkulu.

Menurut Agus, diketahuinya pada perusahaan setempat memang ada WNA, atas nama Lee. Tetapi keberadaannya legal dan dilengkapi administrasi sebagaimana peraturan yang berlaku, seperti Izin Tinggal Sementara (ITAS).

“Pemeriksaan yang dilakukan kita lakukan terhadap perusahaan bersangkutan, selain menindak-lanjuti laporan juga bertujuan sebagai upaya penegakan hukum Keimigrasian. Jika ada pelanggaran tentu kita proses sesuai aturan yang berlaku. Tetapi temuan kita justru sebaliknya,” katanya Selasa, (4//4/2017).

Lebih jauh dijelaskan Agus, sesuai dengan izin yang diperolehnya, WNA atas nama Lee pada perusahaan itu, jika ingin ke Bengkulu tentu harus berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Bengkulu. Hanya saja sekarang ini yang bersangkutan juga sedang tidak berada di Indonesia atau berada di Negara asalnya Korea.

“Kita juga sudah menyarankan kepada pihak perusahaan setempat, tetap wajib mengurus izin keberadaannya. Sehingga keberadaan WNA ataupun Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak dinyatakan ilegal," imbuhnya.

Sementara secara terpisah, Pimpinan Cabang PT. BSM, Eka Nurdianty Anwar, ketika dikonfirmasi mengakui pihak Imigrasi sudah mendatangi pihaknya selama lebih kurang 2 jam melakukan pemeriksaan di Kantor PT BSM Cabang Bengkulu.

Selain itu pihaknya juga sudah menunjukan lokasi tambang dan keberadaan tenaga kerja yang sekarang, ini masih fakum atau tidak ada aktifitas, karena lokasi tambang sedang di police line.

"Kita selaku yang dilaporkan menerima pemeriksaan itu, karena kita sama sekali tidak bersalah sebagaimana yang ditudingkan selama ini," pungkasnya.

Sumber : http://rri.co.id/lhokseumawe/post/berita/378989/daerah/imigrasi_bengkulu_nyatakan_laporan_lsm_liputan_tidak_terbukti.html

Last modified on Wednesday, 05 April 2017

Leave a comment

Kab. Bengkulu Tengah

Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Jalan Raya Bengkulu Curup Karang Tinggi Bengkulu 38000 Indonesia, Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Kunjungan

Hari ini 15

Kemarin 16

Minggu ini 31

Bulan ini 406

Total kunjungan 1169

Currently are 22 guests and no members online